Mencoba Food Photography




Ceritanya, mau mencoba Food Photography, tapi ternyata tidak semudah mata memandang foto-foto makanan di pinterest.


Kalau kata para pembicara di webinar foto yang pernah saya ikuti, intinya banyak-banyak latihan aja, kalau ga ada ide, coba aja buka pinterest, disana banyak banget foto-foto keren yang bisa kita ATM (Amati Tiru Modifikasi).

Komposisinya bagaimana, penataan makanan beserta aksesoris pendukungnya seperti apa, sudah saya amati dan nyicil beli pernak pernik bumbu dapur, yang sebenarnya bumbu tersebut tidak pernah saya gunakan untuk memasak. Namun, setiap ada keinginan njepret menu makanannya biasa-biasa aja. Tapi giliran masak yang lumayan enak dipandang, ehh... lupa ngejepret.

Nah, kebetulan pagi ini saya membuat semacam... "opor ayam", mungkin? Tapi tidak menggunakan santan kelapa. Saya mencoba mengkreasikan bumbu tanpa mencari resep di internet, dan sebagai santannya saya menggunakan Fiber Creme.

Pertama, mencoba foto di atas meja makan yang super minimalis, tapi tidak terlihat aesthetic karena mejanya sudah mulai membulug. kemudian saya coba meletakkan si opor dan Fiber Creme di atas kulkas, kebetulan juga ada si lidah mertua mini disitu. Setelah atur mode pro, pengaturan sana sini, saatnya ngejepret!

Tiga puluh menit hanya mendapatkan dua jepretan, dan itu hasilnya sungguh sangat tidak memuaskan, jauh dari ekspektasi. Karena kaki sudah pegal berdiri, saya putuskan mengakhiri sesi pemotretan ini.

Coba edit sana sini, dan baru teringat.. lah? ga ada bunga lawangnya, duh kenapa serehnya dibuang, harusnya di taroh di atasnya. Di kasih daun jeruk kayaknya oke juga tadi, atau di kasih merica di sekitar mangokok..

Ah sudahlah, penyesalan memang selalu di belakang tho?

Pengenya setelah masak tu mencoba sesi pemotretan gitu, meskipun cuma lauk tahu dan tempe aja tapi kalo di dekor sedemikian rupa pasti bisa cantik. Apa daya, setelah masak boro-boro mau mikirin ngejepret, belum cuci piring, belum nyapu, ngepel, belum lagi perut meronta-ronta minta diberi asupan. Wkwkwkwk beginilah si pemalas yang ingin menjadi profesional, malasnya dipelilhara sampe setinggi gunuuuuuuuuuuuung!!

Ada yang mau ngasih saran buat saya tentang food photography ini?
sejauh ini saya hanya mengikuti webinar photography saja, belum pernah ikut kelas berbayar. Apakah harus ikut kelas berbayar agar saya serius menjalani food photography ini?

Tujuan motret makanan ya ingin mendokumentasikan hasil masakan sendiri tentunya, syukur-syukur foto itu bisa di jual di berbagai agen microstock dan pengenya sih beneran jadi food photographer :D

Post a Comment

0 Comments