Marhaban Ya Ramadhan

Selamat menunaikan ibadah di bulan suci Ramadhan 🥳🎉

Alhamdulillah di tahun 1442 Hijriah ini kita masih diberi kenikmatan untuk menjalankan semua ibadah di Bulan Ramadhan. Semoga senantiasa sehat selalu, dan bisa puasa penuh, serta menjalankan Sunnah-sunnah untuk menambah amal ibadah.

Ini adalah tahun ke-2 suasana Ramadhan yang berbeda. Masih di landa pandemi, meskipun di daerah tertentu pandemi ini tidak berdampak sama sekali. Masih bisa menjalankan ibadah seperti biasa, walau dibayang-bayangi rasa takut serta aturan yang mengharuskan untuk jaga jarak, bahkan aturan tersebut wajib meniadakan sholat berjamaah di Masjid ataupun musholla (aturan tahun 2020), tapi tetap saja kami semua menjalankan ibadah seperti biasanya.

Menjalani Bulan Ramadhan yang tidak selalu di kota yang sama, tentu mempunyai sedikit banyak perbedaan. Atau mungkin juga seiringnya waktu banyak budaya-budaya yang berubah.

Memutar ingatan kembali ke masa anak-anak. Dimana saat selesai sahur dilanjutkan dengan sholat subuh, kemudian melakukan aktifitas rutin yaitu JJS (Jalan-jalan Subuh). Setelah melakukan sholat subuh, saling menghampiri yang tidak ikut berjamaah di musholla, kemudian jalan kaki keliling desa, bersenda gurau dengan teman-teman. Tak jarang juga menjerit lari ketakutan saat bertemu dengan gerombolan anak laki-laki yang suka iseng melemparkan petasan. Aktivitas ini akan selesai saat mentari malu-malu mulai memancarkan sinarnya. Saat ini aktivitas seperti ini sudah tidak saya temui lagi di daerah asal saya.

Siang hari banyak warung-warung menjual aneka cendol dawet warna warni, kolang kaling, kurma, dan aneka takjil lainnya.

Pernah disuatu ketika, saat masih duduk dibangku SD, saya main ke rumah simbah. Siang harinya saya disuruh segera pulang, dan dibawakan 1 bungkus cendol serta apa ya saya lupa, pokoknya sudah dibungkus plastik hitam yang bermuatan 10kg. Bayangkan plastik besar isinya sedikit dan dibawa oleh anak kecil, yang mungkin anak kecil itu akan muat jika dimasukkan ke dalam plastik tersebut 😂

Jarak antara rumah simbah dan rumah orang tua saya cukup jauh, hanya saya tempuh dengan jalan kaki. Namanya anak kecil, pikirannya belum cukup, wkwkwk. Saya mengayun-ayunkan bungkusan tersebut ke kanan dan ke kiri sambil melompat-lompat diatas got. Padahal jalanan lengang, sepi sunyi. Karna mungkin terlalu kuat mengayunkan, atau terbentur kaki saya sendiri, akhirnya bungkusan cendol itu pecah. Rasanya takut sekali. Akhirnya cendol tersebut saya buang di got.

Untungnya saat itu alat komunikasi belum ada, jadi tidak mungkin mbah saya menanyakan ke orang tua saya. Wkwkkwkw itu sebuah kenakalan bukan sih? Tapi memori itu masih tersimpan rapi di kepala saya, dan saat bulan puasa tiba pasti saya mengingat kejadian tersebut 🙈

Saat menginjak remaja, saya mulai hidup nomaden. Bersekolah di boarding school mengharuskan untuk melakukan ibadah ramadhan disana.

Sahur serempak di meja makan, ngampus, kemudian siang hari yang biasanya ngampus diganti dengan aktivitas di masjid. Tadarus dan kegiatan Ramadhan lainnya. Kadang juga ada guru agama yang keliling ke kelas, menanyakan ada yang sudah hatam baca Al-Qur'an di bulan Ramadhan ini?

Seru juga sih, meskipun jauh dari keluarga, tapi tetap menjalankan ibadah dengan hikmat.

Menginjak bangku kuliah, harus pindah pulau, bahkan idul fitri juga tidak mudik. Menjalankan aktivitas puasa dengan biasa-biasa saja. Makan seadanya, tidak bermewah-mewahan seperti di rumah. Kadang hanya air putih dan makanan inti. Kalau di rumah jangan di tanya, pasti berbagai takjil dan menu buka puasa yang WAW sampai membuat perut begah.

Seiring berjalannya waktu, masih di kota yang sama, saya mulai berkunjung dari masjid satu ke masjid yang lainnya untuk mencari takjil. Bahkan sampai punya grup Whatsapp PPT (Para Pencari Takjil) 😂

Tahun ini berada di kota lain lagi, pulau yang lain juga, baru pertama saya singgahi. Karena masih mode pandemi, jadi belum berani untuk berkunjung ke masjid-masjid. Apakah disni sama seperti di kota sebelumnya?

Kalau di komplek perumahan Alhamdulillah bisa melaksanakan tarawih normal, pun tahun ini kan juga tidak ada larangan tarawih, tapi harus mengikuti protokol kesehatan.

Ini adalah hari pertama puasa, semoga dimanapun kita berada, kita masih bisa menjalankan semua ibadah di bulan Ramadhan dengan penuh suka cita, dan semata-mata karena Allah. Aamiin 🤲🏽

Sekali lagi saya mengucapkan selamat datang Ramadhan, selamat berburu pahala man teman 🤗

Post a Comment

0 Comments