Disangka Teman, Eh Ternyata Salah Orang

Seperti yang kita ketahui, di dunia ini banyak sekali manusia yang memiliki kembaran. Bahkan orang yang tidak mempunyai kembaran pun terkadang mirip dengan orang lain. Tak jarang kita sering kali salah menyapa orang. Disangka temen, eh ternyata bukan.

Seperti yang kita ketahui, di dunia ini banyak sekali manusia yang memiliki kembaran. Bahkan orang yang tidak mempunyai kembaran pun terkadang mirip dengan orang lain. Tak jarang kita sering kali salah menyapa orang. Disangka temen, eh ternyata bukan.

“Mbak Meka?!” Sapa seseorang didepan saya. Dengan sedikit bingung dan saya pandangi cukup dalam, dengan mantap saya menjawab “eh, bukan mbak”. “yang bener mbak? Oh berati mirip aja, hehe” kata orang itu sambil berlalu masuk ke dalam warung makan.

Begitulah yang terjadi pada saya beberapa hari yang lalu. Sepulang saya bekerja seharian, diiringi gerimis sepanjang perjalanan pulang membuat saya ingin makan yang segar-segar. Disepanjang Jl. Glagahsari tidak menemukan sesuatu yang sesuai selera. Akhirnya saya putuskan menuju Jl. Pramuka dan makan di warung sop favorit saya, berharap bisa menyegarkan badan dan pikiran.

Sop daging ditemani dua kerupuk dan segelas jeruk hangat benar-benar menyegarkan kepala saya. Selesai menyantap makanan tersebut, saya menuju kasir untuk membayar dan segera pulang. Setelah mendapat kembalian, sembari memasukan uang didompet saya berjalan menuju ke parkiran motor. Kaget bukan kepalang, antara takut salah dengar atau memastikan bahwa orang tadi benar-benar salah memanggil saya.

“Meka” dan “Medah” hampir mirip,  tapi seingat saya yang memanggil saya dengan sebutan “Medah” hanya satu orang. Teman SMA saya dan itupun laki-laki. Fix orang ini salah orang. Untungnya saya segera menjawab “eh, bukan mbak”, dan mbak nya juga tersadar bahwa dia salah orang.

Tidak hanya mbak-mbak yang saya temui saja yang salah mengira saya temanya. Tapi saya sendiri kerap kali salah memanggil orang. Entah efek mata minus dan silinder, entah dasar dari sononya. Hahaha. Kadang juga saya sering lupa dengan wajah orang yang sudah lama sekali tidak saya lihat di beranda media sosial, atau tidak pernah melihat secara langsung.

Itu kenapa saya sering bingung kalau bertemu dengan orang yang menganggap saya adalah temannya. Karena takutnya saya memang temanya, tapi saya lupa kalau dia teman saya. Buat teman-teman lama saya, atau yang sudah lama sekali tidak bertemu dengan saya secara langsung, maafkan jika berpapasan dijalan tapi saya tidak mengenali. Saya harap kamu mau menyapa saya, jika ternyata saya lupa mohon diingatkan :)

Post a Comment

0 Comments