Diet, Olahraga Di Area Pemakaman Imogiri


makam raja imogiri merupakan pasarean makam raja-raja mataram dan keluarganya.

Whats?!!!
Seriusan olahraga di area pemakaman? Yang bener aja ih!

Hahaha...

Halo hai temen-temen, seneng banget rasanya hari ini saya bisa menulis lagi. Liburan natal kemarin saya dihubungi oleh sahabat saya.
"Aku libur nih, ngga mau ngajak kemana gitu?" Begitu isi chat dari dia.
"Yuk lah kemana?"
"Makam!"

Setelah diputuskan jam keberangkatan, keesokan harinya saya sudah bersiap diri satu jam sebelum berangkat. Ya meskipun ujung-ujungnya molor juga sih.

Agak nggrundel karena kelamaan nunggu, tapi lama-lama suasana mencair diperjalanan. Begitulah kami, suka berdebat hal sepele sampai emosi menguras bak mandi (halah!) Wkwk, tapi tidak butuh waktu lama untuk segera baikan seperti tidak ada pertengkaran yang terjadi diantara kita.

Ke makam kok buat olahraga?
Yang pernah kesini pasti udah tau dong medanya seperti apa? Yap, pasarean raja-raja imogiri merupakan area pemakaman raja-raja Mataram dan keluarganya. Untuk menuju ke pemakaman sebenarnya ada dua jalur. Jalur pertama melewati ribuan anak tangga, dan jalur kedua dari sisi barat yang bisa diakses menggunakan kendaraan bermotor atau mobil.

Nah, berhubung niatnya untuk olahraga dan menghirup udara segar, jadi kita sengaja lewat jalur yang harus melewati ribuan anak tangga tersebut.

Kilas Balik Perdana Menapaki Seribu Anak Tangga!
Dulu pertama kali kesini, saya kira anak tangganya tidak terlalu banyak dan tidak sejauh kenyataanya.

Begitu melihat seperti gerbang untuk masuk, saya kira setelah masuk gerbang tersebut kita bisa melihat pemakamanya. Tapi ternyata harus menelan ludah dalam-dalam. Gimana engga? Ketika masuk gerbang tersebut, disitu terlihat anak tangga yang banyak dan menjulang tinggi!

Pffftttt, rasa-rasanya enggan sekali untuk naik ke atas. Pada saat itu kebetulan sudah siang hari. Panas terik pulak, ah rasanya tak mungkin kuat kaki ini menapaki anak-anak tangga tersebut.

Ngadem didepan pendopo masjid kagungan dalem, sambil berdiskusi, naik ngga niiiih? Dan kompor yang mulai dinyalakan oleh sahabat saya.
"Makamnya ada diatas, diatas tu seru taukk! Ntar kita bisa turun ke parkiran tapi ngga lewat tangga ini lagi, jalanya datar, tenang aja!". Dan rayuan-rayuan mautnya yg diluncurkan bertubi-tubi.

Buat kamu yang mau ziarah ke makam raja-raja imogiri, dan berasal dari luar kota, juga bisa menginap di pendopo masjid kagungan dalem lho sob.

Btw pendopo ini juga bisa dipakai untuk menginap lho, tapi syaratnya harus lapor kepada takmir masjid dan wajib sholat berjamaah lima waktu di masjid tersebut. Untuk yang menginap lebih dari dua hari wajib lapor dengan takmir masjid juga lapor ke ketua RT menyertakan KTP/identitas diri.

Olahraga Kaki, Mata, dan Telinga
Buat kamu yang jarang menggerakkan tubuh, atau jarang olahraga, saran saya sebaiknya melakukan pemanasan dulu sebelum menapaki anak-anak tangga ini. Kalau ngga, paling baru naik di tengah perjalanan rasanya sudah ingin menggelindikan diri kebawah. Hahaha...

Ya begitulah kali pertama yang saya rasakan ketika mulai menapaki anak tangga ini. Tapi untuk kedua kalinya kesini, kebetulan aktifitas fisik saya akhir-akhir ini lumayan padat, jadi menapaki anak tangga pun tak begitu berat.

Seriusan seribu anak tangga?
Ngga sih! Hahaha..

Sebenarnya, menurut Wikipedia jumlah anak tangga ini hanya sekitar 409 anak tangga. Konon kalau bisa menghitung jumlah anak tangga dengan tepat, mitosnya apa yang di inginkan akan terkabul. Ah saya mah boro-boro mau ngitung, yang ada udah ngos-ngosan duluan. Wkwkwk... Makanya nyari gampangnya aja deh, sebut saja seribu anak tangga :D

Rayuan sahabat saya ada benarnya juga. Ketika berada ditengah perjalanan, kemudian melihat kebawah, keatas, dan kesamping semuanya rimbun dengan pepohonan. Sejuk, dan suara hewan-hewan liar bener-bener memanjakan telinga.

Ah, Tuhan... Nikmat mana lagi yang harus aku dustakan! Dibalik hiruk pikuknya kota jogja, ngga sampai sejam ke tempat ini, kita bisa ngirup udara segar dan melihat Maha Karya Tuhan yang luar biasa.

Ini nih yang bikin semangat buat melanjutkan perjalanan. Ngga cuma suasana alam sekitar, kalau melihat pengunjung lain, ada juga yang membawa rombongan keluarganya. Disitu anak-anak kecil bersemangat dan ceria menapaki anak tangga. Wagilaseh, masak kalah sama bocah! Wkwkwk

Akhirnya, nyampe juga diatas! Untungnya diatas juga banyak penjual minuman. Nyari yang dingin-dinginpun ada. Langsung beli dan menenggak satu botol minuman sekaligus. Saking hauuuuusnya hahaha.


Untuk memasuki makam tidak boleh mengenakan baju sembarangan, disini sudah disediakan dan untuk perempuan menggunakan kemben.

Pas udah diatas, kebetulan kalau mau masuk makam waktu itu masih buka. Sahabat saya ini pengen banget masuk. Eits tapi ngga boleh sembarangan lho, kita harus ganti baju sesuai yang disediakan, cukup dengan Rp. 10.000 aja sih. Tapi bukan masalah sewa bajunya, baju yang dikenakan untuk perempuan harus menggunakan kemben. Akhirnya mengurungkan niat untuk masuk ke makam.

Menuju Parkiran Lewat Cagar Alam Imogiri
Bener sih jalanya datar, tapi karna area pemakaman ini terletak di atas bukit, kalau tadi berangkat aja naik, otomatis pulangya ya turun. Hahaha

Jalur pulang dari pemakaman imogiri ini juga bisa melewati area cagar alam yang terjaga kelestarianya.

Melewati jalan yang sudah diaspal, berpapasan dengan kendaraan hanya sesekali saja, karna memang bukan jalur area pemukiman, membuat kami benar-benar menikmati keindahan alam yang luar biasa.

Suara burung berkicauan terdengar merdu. Hembusan angin yang menyejukan hati dan pikiran, hmmm ngga bisa dituliskan dengan kata-kata deh pokoknya.

Area hutan cagar alam Imogiri ini di lindungi oleh undang-undang lho, jadi hewan-hewan yang ada didalamnya juga tidak boleh di buru oleh manusia. Makanya semuanya masih terjaga sob :D

Melewati Makam Seniman
Disekitar Cagar alam imogiri juga ada pemakaman seniman, didepan makam seniman ini sedang dibangun museum seniman giri sapto.
Masih diarea cagar alam, disisi barat kita juga akan melewati makam seniman. Sekarang didepan makam seniman ini sedang dibangun sebuah museum yang diberi nama Museum Seniman "Giri Sapto". Belum tau sih nanti isi dari musium itu apa, tapi pengenya besok kalau udah jadi mau main-main kesini lagi.

Pulang....
Yuhu... Akhirnya sampai juga ke parkiran. Lumayan kan sob udah berapa kalori lemak yang terbakar hahaha. Diet mah gini, yang diolahragakan tidak hanya jasmani, tapi rohani juga. Hehe

Ngga tau lagi deh jarak yang sudah kami tempuh berapa kilo, yang jelas mengisi liburan dengan sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. *Halah... Iya maksudnya, liburanya dapet, olahraganya juga dapet :D

Panjang juga ya tulisan kali ini, ngebosenin ngga sih? Tapi percaya deh, kalau kamu ke sini, dengan rute yang saya lewati, pasti bakal menceritakan sepanjang ini juga. Hahaha

Yuk lah cus kapan kesini sama saya? :D

Post a Comment

0 Comments