Interview Pekerjaan Satu Jam!!!



Halo hai...
Lama ngga nulis nih 

Sebenarnya isi kepala penuh, pengen dituangin dalam tulisan tapi ada aja penghambat. Penghambat terbesar adalah rasa malas :(

Usia diatas 25 tahun tentu mempunyai tanggung jawab besar, baik untuk dirinya sendiri maupun keluarganya. Usia segini sudah banyak tuntutan. Salah duanya adalah bekerja dan menikah.

Berbicara soal menikah, setiap orang pasti punya prinsip masing-masing. Tak seorangpun boleh ikut campur dalam hal menentukan kapan seseorang itu harus menikah. Ya memang sih yang sudah menjadi mindset kebanyakan orang patokanya adalah umur. Padahal umur tidak bisa menentukan kapan orang tersebut siap atau tidak siap untuk menikah.

Duh skip deh soal menikah ntar malah jadi baper, hahaha. Oke, saya mau bahas soal "bekerja". Diusia yang menginjak dewasa pasti bekerja adalah suatu keharusan. Meskipun belum berkeluarga sendiri tapi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari tidak mungkin akan selalu menggantungkan kepada orang lain.

Sama halnya seperti saya, saya mulai bekerja dari usia 20 tahun, ya meskipun cuma freelance dan bisa sebulan cuma sekali, atau dua bulan sekali, tapi lumayan lah bisa nambah uang jajan. Pikir saya waktu itu "cari pengalaman kerja ah".

Seiring berjalanya waktu, dan cobaan hidup yang mendera (halah sok mendramatisir!) Hahaa.. Ya emang gitu kan? Perjalanan hidup yang seperti rollercoaster, hidup yang nomaden, sampai pada akhirnya saya kembali lagi ke kota berjuta nama ini.

"Kalau ngga dapat pekerjaan tetap (full time) balik kampung aja".
Itu adalah perjanjian saya dengan orang tua. Saya bukan tidak bekerja dan hanya enak-enakan disini, tapi pekerjaan sebagai freelancer itu dianggap seperti tidak bekerja. Ya untuk melegakan hati beliau-beliau akhirnya saya memutuskan untuk menulis surat lamaran kerja dan mengirimkanya dibeberapa perusahaan.

Masukin ke perusahaan A, ikut tes dan lanjut di interview HRD. Tes pertama lolos, sama masnya disuruh ke ruang tunggu untuk di interview. Begitu di ruang tunggu, seluruh tubuh berasa dingin, bukan hanya karna AC saja, tapi tes barusan bikin otak saya ngeblank. Gimana ngga? Pekerjaan yang saya lamar rasanya tidak ada hubunganya dengan tes barusan. Dimana saya harus mengingat rumus-rumus volume, rumus mencari jarak kecepatan dll.

Pfftttt... Untung saja lolos tahap berikutnya. Sembari menunggu di interview, deg-degan mulai melanda. Pikiran berkecamuk menerka apa saja yang akan ditanyakan dan memberikan jawaban terbaik. Al hasil, grogi dan blank!! Ditanya apa dijawab apa. Akhirnya pulang dengan pasrah.

Setelah itu tidak ada harapan lagi untuk bekerja ditempat itu. Tak lama berselang, teman saya merekomendasikan untuk bekerja ditempatnya. Saya coba memasukan lamaran ditempat tersebut.

Satu minggu lebih tidak ada kabar, sudah berfikiran yang aneh-aneh dan merencanakan untuk memasukan lamaran ditempat lain. Tapi Alhamdulillah akhirnya ada WhatsApp masuk yang isinya menanyakan perihal tes dan interview dipekerjaan yang saya lamar tersebut.

Btw, saya memang sengaja tidak memasukkan langsung ke beberapa perusahaan atau tempat kerja. Karena dulu beberapa kali pernah terbentur waktu tes, akhirnya dari pada galau ya sudah saya masukan satu persatu. Kalau tidak lolos baru masukin ke perusahaan target selanjutnya.

Akhirnya waktu tes tiba. Mengerjakan soal-soal yang diberikan, kemudian tes interview. Ngeblank ngerjain soal, dijawab sekenanya. Selesai itu disodori form untuk interview. Sungguh ini lebih blank lagi! Padahal pertanyaanya sederhana yang biasa ditanyakan HRD ketika wawancara pekerjaan. Tapi lagi-lagi saya bingung mau diisi apa.

Setelah orang sebelum saya selesai diwawancarai akhirnya giliran saya. Berdasarkan pengalaman gagal kemarin, tingkat kepercayadirian saya sudah sedikit meningkat. Sudah agak tenang ketika menjawab pertanyaan.

Awal-awal sih lancar, tapi dipertengahan sampai akhir mbulet kayak benang ruwet. Ditanya apa jawabnya apa. Beruntung yang mewawancarai saya luar biasa bisa memahami saya. Bisa mengambil point-point yang tak tersampaikan.

Setelah dirasa cukup, saya dipersilahkan untuk pulang dan disuruh menunggu hasilnya. Begitu keluar ke parkiran, lihat jam dooong.. OMG!! Satu jam didalam ruangan tadi.. Gilasih ini, sebelum-sebelumnya biasanya di wawancara paling lama 20 menitan. Ngga tau sih kalau temen-temen pernah ngalamin interview pekerjaan lama. Tapi ini adalah pengalaman terlama saya ketika di interview.

Harapan saya semoga bisa diterima bekerja disini. Karna menurut saya, saya punya passion disini. Tapi ya semuanya kembali lagi kepada yang maha pembuat skenario. Setelah ini peran apa yang bakal saya lakuin, intinya apapun pekerjaan saya kedepanya semoga bisa jadi jalan ibadah buat saya. Ngumpulin bekal otw akhirat :D

Sekian dulu sesi curhatnya, sedikit mengurangi apa yang ada didalam otak.. Terimakasih sudah bersedia membaca tulisan yang mungkin sedikit sekali faedahnya ini :D

Post a Comment

0 Comments