Ngopi Gratis, Asik, Seru, Dan Santai Di Jogja

Saat ini minuman kopi tidak hanya untuk kalangan kaum adam, bapak-bapak atau mbah-mbah. Kopi sudah menjadi sesuatu yang tidak bisa terlepas dari sebagian besar pala kalongers,

Saat ini minuman kopi tidak hanya untuk kalangan kaum adam, bapak-bapak atau mbah-mbah saja. Kopi sudah menjadi sesuatu yang tidak bisa terlepas dari sebagian besar para kalongers, baik itu mas-mas atau mbak-mbak. Teman saya salah satunya, wanita yang sudah beranjak dewasa dengan segudang kegalauanya. Semua masalah akan terasa ringan, jika sudah menyeduh secangkir kopi, katanya.

Dikalangan para penikmat kopi ternyata ada semacam kasta. Apakah kamu pecinta, penikmat, atau pecandu? Mereka dapat dibedakan dengan 'kesungguhan'. Bagi penikmat kopi, tidak masalah jika sehari tak minum kopi, dan pengetahuan tentang kopi sebatas 'cukup' tahu. Sedangkan bagi pecinta kopi, tentu tidak sekedar itu. Tiada hari tanpa kopi, bagi mereka salah satu jalan untuk menyelesaikan masalah adalah 'kopi'. Mereka juga banyak mengetahui tentang jenis-jenis kopi, punya tempat kedai kopi favorit, bahkan saking cintanya, mereka tahu kopi tersebut takaranya berapa, diseduh dengan air berapa derajat, dan hal-hal detail lainya yang tidak diketahui oleh orang-orang seperti saya.
Saya bukan salah satu dari mereka, bukan penikmat, pecinta atau bahkan pecandu kopi.
Saya bukan salah satu dari mereka, bukan penikmat, pecinta atau bahkan pecandu kopi. Hanya saja saya kerap kali 'ngopi'. Berteman dengan orang-orang yang hobi kopi membuat saya sering diajak nongkrong di kedai-kedai kopi. Seperti sore ini, sepulang kerja awalnya kami berencana main sepeda di Malioboro. Mengingat ini adalah malam minggu, dan pasti jalanan padat, akhirnya kami memutuskan untuk bersantai di kedai kopi, dekat tempat kerja kami.

Otentikopi, lokasinya berada di utara Balai Kota Jogja, pas sekali dipinggir bangjo (trafic light), jadi kami yang berada di kedai bisa melihat orang di jalanan sana, begitu juga sebaliknya. Sambil melihat mereka  yang berlalu lalang, saya dan teman saya asik curhat menceritakan aktifitas hari ini. Disela-sela curhat, terkadang Mas Ijan (barista yang bertugas) mengajak kami ngobrol.
Tempat ngopi asik, seru, santai, dan gratis buat penghafal al-quran!
"Mas kenapa sih, barista disini harus cowok", celetuk teman saya.
"Ya emang harus cowok mbak". Jawab mas Ijan sambil tersenyum.
"Kenapa ngga cewe?" teman saya menimpali.
"Kasian kalau cewe mbak, cewe kan harusnya di rumah, hehe" jawab mas Ijan masih dengan sumeh ramahnya.
Spontan saya nyaut dong "betul tu mas!".
"heh! kamu kan juga cewek, kenapa kamu disini?".
"Aku kan nemenin kamu. Cewek kalau keluar rumah kan harus ada mahromnya! Iya kan mas?" sambil ngelirik mas barista, kemudian kami pun tertawa bersamaan.
Begitulah suasana di Otentik Kopi, sederhana tapi penuh keramahan.

Begitulah suasana di Otentik Kopi, sederhana tapi penuh keramahan. Tak usah khawatir jika kamu tidak ada teman ngopi, disini para barista siap sedia ngajakin kamu ngobrol, bahas apapun itu. Dari mulai bahas tentang kopi, sampai bahas orang yang berlalu lalang dijlanan. Mereka juga mempersilahkan kami untuk meracik kopi sendiri. Itu kenapa teman saya sering kesini jika saya tidak bisa menemaninya ngopi di kedai lain.
buat kamu yang tak suka kopi, di otentik kamu bisa pesan minuman coklat ini.

Buat kamu yang tidak suka kopi seperti saya, bisa memesan coklat hangat atau es coklat. Rasanya juga tidak kalah dengan minuman coklat di kafe/kedai yang lain. Menu minuman favorit saya selain es teh ini, lumayan menenangkan otak setelah seharian bekerja. Belum ada lima menit langsung saya sedot habis. "PAS" celetuk saya. Sedikit berbeda dengan coklat yang saya pesan beberapa minggu lalu. Pahit dan manisnya terasa pas.

"Gimana? enak?" Tanya teman saya.
"Ini pas sih kalau kata ku, ngga kayak yang kapan hari itu".
"pakarnya sih yang buat".
Harga di Otentik Kopi ini terbilang murah dibanding dengan kedai kopi yang lain
Harga di Otentik Kopi ini terbilang murah dibanding dengan kedai kopi yang lain. Hot Coklat saja hanya di bandrol Rp. 12k, sedangkan jika menggunakan es, tambah seribu rupiah. Lho kok malah bahas Coklat? haha.. Harga kopi disini gratis selamanya! *syarat dan ketentuan berlaku. Minimal kamu harus hafal lima juz Al-quran. Jangan asal ngaku ya, karena kamu bakal dites dengan cara sambung ayat. Mas-mas baristanya hafidz Quran lho, ya meskipun ada juga yang belum hafal 30 juz.

Otentik Kopi Buka Jam 08.00-00.00 WIB, tapi kadang jam sembilan baru buka. Khusus hari Jumat tidak buka alias tutup. Otentik tidak hanya di utara Balai Kota saja, tapi ada juga cabang di daerah Langensari dan Jalan Kaliurang. Untuk daerah Langensari posisinya indor dan tidak sefriendly di utara Balai Kota.
Menu kopi tentu saja banyak. Ada kopi kerinci, kopi luak, kopi Bali, kopi NTB, kopi tubruk, kopi bakar, dan masih banyak lainya.
Menu kopi tentu saja banyak. Ada kopi kerinci, kopi luak, kopi Bali, kopi NTB, kopi tubruk, kopi bakar, dan masih banyak lainya. Tidak hanya kopi dan coklat, kamu bisa mengganjal perut dengan menu baru yaitu mie fil fil. Ada cemilan juga, diantaranya kacang, pie, dan roti.

Disini kamu tidak akan menemukan wifi dan banyak colokan untuk ngecas gadget atau leptop. Karena sepertinya memang didesain untuk ngobrol santai. Saking asiknya curhat, tanpa tolah toleh ke Handphone ternyata hampir saja maghrib. Sembari disodori satu teko kopi sunda aromanis, Mas Ijan pamit pulang.

"serius mas ini suruh ngabisin?"
"iya, diabisin aja berdua".
"yah mas, saya kan ngga ngopi, hehe"
"ya udah di habisin aja, haha".
Disini kamu tidak akan menemukan wifi dan banyak colokan untuk mengecas gadget atau leptop. Karena sepertinya memang didisain untuk ngobrol santai.
Kopi gratis! karena terlalu banyak, akhirnya saya coba membantu menghabiskan. Alhamdulillah tidak ada efek sesak nafas. Hanya saja sepulang dari ngopi, saya malah ngantuk. Sepertinya efek relaks dari coklat yang saya minum tidak terpengaruh dengan satu cangkir kopi.

Adzan maghrib pun berkumandang, teman saya memesan volcano untuk dibawa pulang.

"Makasih ya udah mau nemenin".
"Sama-sama mbak, aku juga makasih udah mau diajak sharing. Kalau ada apa-apa tolong sampaikan ke aku  ya".

Begitulah obrolan penutup pertemuan hari ini. Karena kami searah, setelah pesanan jadi akhirnya kami pulang dan terpisah di Jalan Glagahsari.

Otentik Kopi, tempat yang benar-benar nyaman, meskipun tanpa teman bisa ngobrol seru dan santai dengan mas barista. Mungkin Otentik bisa jadi salah satu tempat ngopi yang harus kamu kunjungi kalau berada di Jogja. Apalagi bisa gratis selamanya kalau kamu hafal Al-Quran, minimal lima juz aja :)

Post a Comment

0 Comments