Pengalaman Pertama Belajar Memanah Di Jogja Islamic Book Fair 2019



Awal tahun biasanya kita pada bikin resolusi dong ya. Tapi menurut saya resolusi itu baiknya dibuat setiap hari. Hah! yang bener aja...? Ya dari pada bikin resolusi muluk-muluk, pada kenyataanya sehari-hari melakukan aktifitas yang tidak ada hubunganya dengan resolusi? kan sama aja.. haha.. yang terpenting adalah realisasinya!

Memanah adalah salah satu resolusi saya di minggu-minggu pertama awal tahun 2019. Kebetulan informasi yang saya dapat dipenghujung tahun 2018 akan ada Trial memanah hanya dengan Rp.10.000 saja. Penasaran dong, karena memanah adalah salah satu sunnah Rasulullah.

"Nyoba berenang udah, meskipun ngga bisa-bisa. Nyoba berkuda udah, meskipun ada yang nuntun kudanya. Memanah nih, bisa ngga ya? Kapan ya bisa megang busur dan anak panah?". Kira-kira begitu pertanyaan yang selalu muncul dibenak saya. Alhamdulillah dengan bekal informasi yang saya peroleh dari instagram, akhirnya saya menjadwalkan untuk mendatangi TKP.

Siang yang lumayan terik, rasanya pengen banget menghujani tenggorokan dengan es, tapi tetap saya putuskan untuk pergi ke Jogja Islamic Book Fair yang diselenggarakan di GOR UNY. Ini adalah kali pertama saya ke GOR UNY. Dulu Jogja Islamic Book Fair biasanya di gedung Wanitatama, tapi beberapa tahun belakangan ini selalu diadakan di GOR UNY.

Awalnya bingung pintu masuknya dimana, markir motor dimana? Tapi karna saya kesana tidak sendirian, sama adek saya dan diarahkan lewat mana saya masuk serta ditunjukkan juga tempat parkirnya. Dari arah parkiran menuju pintu masuk, sudah berjajar para penjual makanan dan minuman. Hadiuh, ada sosis yang menggoda.. Es dan juz beserta jajaranya sudah melambai-lambai untuk dibeli. Tapi masih saya urungkan, melihat tanda panah yang bertuliskan "Trial Archery" membuat saya bergegas mengikuti petunjuk arah tersebut.

Di lokasi sudah banyak yang datang dan penasaran ingin mencobanya. Ada mbak dan mas yang sudah standby di stand. Kemudian saya menyuruh adek saya untuk tanya-tanya seputar memanah.
"Rp. 10.000 aja mbak untuk 10 anak panah. Bisa dipake rame-rame gantian. Kalo berdua ya 5,5 lah :D". Begitu kira-kira penjelasan dari mas dan mbaknya.

Berhubung anak kos, jadilah kami hanya membayar 10.000 saja dan dibagi dua bergantian. Mba yang ada disitu mengajari kami bagaimana cara memanah.

Busur diletakkan horizontal, kemudian pasang anak panah pada tempatnya. Jika dirasa sudah pas, angkat busur dan diposisikan vertikal. Pegang busur dengan tangan kiri posisi tangan lurus. Letakkan tiga jari pada tali busur posisi berada dibawah anak panah, kemudian tarik tali busur sampai menyentuh pipi. Bidik sasaran, setelah itu lepaskan tali busur. Yap! Dan anak panah pun akan mendarat pada sasaran yang sudah kita bidik tadi.


Kesan pertama memanah pastinya seru banget! Saya pikir memanah itu sulit dan kalau melihat dilayar kaca agak takut gimana gitu, soalnya ngeliat tali busur diletakkan sampe mepet pipi apa ngga njeprett ke mata? Haha prasangka bodoh memang.

Rasanya pengen ikut bergabung di club, atau komunitas memanah, agar bisa latihan rutin. Tapi karna keterbatasan kantong anak kos, dan belum menemukan cara agar bisa bergabung ke komunitas tersebut, ya untuk sementara waktu masih saya urungkan.

Sekian cerita awal tahun saya yang diresolusikan dan terealisasi dengan baik. Hahaha
Semoga kita bisa mengambil manfaat dari tulisan saya ini ya, terimakasih sudah menyempatkan untuk membaca :)

Post a Comment

0 Comments