Mampu Bekerja Dibawah Tekanan, Syarat Lamaran Pekerjaan!

Syarat mampu bekerja dibawah tekanan kerap kali kita jumpai dibeberapa selebaran atau iklan-iklan lowongan pekerjaan. Apa yang terlintas dibenakmu jika membaca syarat demikian? Kebanyakan orang salah kaprah mengartikan syarat yang satu ini.
Syarat mampu bekerja dibawah tekanan kerap kali kita jumpai dibeberapa selebaran atau iklan-iklan lowongan pekerjaan.

“Bekerja dibawah tekanan? Wah jangan-jangan kayak ikut pramuka nih, siap dibentak-bentak sama atasan!”. Bukan bukan bukan, bukan tekanan yang demikian. Meskipun ya ada sih yang begini. Hahaha..

Tekanan yang dimaksud bukan  hanya dari atasan, tetapi lebih kepada beberapa hal berikut:

1. Deadline
Tidak hanya perusahaan besar, bahkan menjadi seorang guru pun pasti punya deadline. Kapan mengadakan ulangan harian, kapan ujian semester, kapan ujian nasional? Apakah semua materi sudah tersampaikan, ataukah masih ada yang terlewat? Deadline terkadang menjadi kacau ketika harus mengalami perubahan karena berbagai faktor.

Jadi tekanan yang dimaksud disini adalah tekanan dari batas waktu penyelesaian. Terkadang beberapa pekerjaan menuntut kita untuk bekerja cepat. Hampir semua pekerjaan yang pernah saya kerjakan memberikan tenggang waktu yang singkat. Seperti ketika saya di outbound, diberi waktu 10-15 menit untuk menyelesaikan satu pos permainan. Jam yang memiliki fitur stopwatch pun sangat diperlukan. Hal ekstrim yang pernah saya lakukan ketika saya menjadi operator flyingfox. Satu menit satu peserta yang harus diluncurkan, sudah termasuk pemasangan harness, pengecekan, peluncuran, pelepasan harness, dan yang terpenting wajib dan kudu aman!

Sama halnya dipekerjaan baru saya. Masih ingat seminggu yang lalu saya menuliskan Satu Jam Diinterview? Salah satu pertanyaan yang diberikan adalah “mbak, bisa bekerja dibawah tekanan? Disini dituntut untuk bekerja cepat lho!”. Dengan percaya diri yang tinggi dan kemantapan hati saya pun menjawab “siap bu!”. Hasilnya? Saya cukup stress ketika harus mengoreksi pekerjaan anak-anak, dimana mereka menulis jam mulai dan jam selesai mengerjakan tugas tersebut.

Saya merasa terlalu lama mengoreksi. Jam tangan  yang sudah ada fitur stopwatch pun akhirnya saya nyalakan. “Masak sih, waktu ngoreksi saya lebih lama dari pada anak yang mengerjakan soal ini?”. Batin saya berkecamuk. Alhasil benar sekali! Saya memang lamban dalam melakukan pekerjaan ini. Hanya beda dua sampai lima menit dengan anak yang mengerjakan. Ya Tuhan, disana saya mulai stress. Ternyata saya tidak bisa bekerja dibawah tekanan deadline :(

2. Client
Tekanan deadline bisa dibilang tekanan internal, sedangkan client bisa dikatakan faktor eksternal. Kalau ini sih ngga asing ya, tidak usah jauh-jauh contohnya adalah diri kita sendiri. Setiap manusia yang memiliki sifat bawaan ‘tidak pernah puas’, membuat kita gampang protes. Sederhana saja, contohnya kita menjadi seorang konsumen disebuah restoran, ketika makanan yang kita pesan tidak sesuai, pasti kita akan protes. Masih mending kalau kita bisa kontrol emosi, banyak lho orang diluaran sana kalau protes atau komplain tidak menggunakan hati nurani.

Padahal adakalanya kita diposisi itu, meskipun bukan menjadi seseorang yang kita protes. Bisa saja ditempat kerjaan kita yang memiliki client, memprotes diluar batas kewajaran yang menjadikan tekanan untuk diri kita.

Menjadi seorang pengajar pun tidak jauh beda. Siswa adalah client kita. Banyak sekali karakter anak yang menguji kesabaran dan ketelatenan. Jika dihadapkan dengan anak yang terlalu hiperaktif atau yang menyandang kebutuhan khusus tentu penangananya tidak bisa sama dengan siswa pada umumnya. Belum lagi kita di tuntut untuk memperhatikan siswa yang lain. Disinilah tekanan itu ada.

3. Dituntut Untuk Bekerja Sabar Dan Teliti.
Bekerja dibidang administrasi, keuangan, bahkan guru, ini adalah contoh-contoh pekerjaan yang memerlukan kesabaran dan ketelitian.

Seperti yang saya contohkan di nomer satu tadi, selain tekanan waktu kadang kita dituntut untuk teliti dan berhati-hati. Flyingfox adalah jenis permainan yang lumayan ekstrim. Ketika ada tuntutan untuk secepatnya menyelesaikan permainan, ketelitian sangat wajib sekali! Tidak pas ketika memasang carabiner, nyawa bisa melayang! Ya walaupun lokasi tempat saya biasa flyingfox bawahnya adalah kolam yang lumayan aman ketika terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan. Tapi tetap saja tidak boleh sembrono.

Contoh lain jika kita menjadi seorang guru, mengoreksi pekerjaan siswa tentu bukan hal  yang sepele. Salah-salah mengoreksi siswa kitalah yang jadi korban. Intinya setiap pekerjaan apapun itu pasti ada tekananya, dan kita wajib bisa bekerja dibawah tekanan.

Saya sedikit kecewa dengan diri saya sendiri. Saya yang notabenya pernah mengikuti pendidikan militer, pernah bersekolah semi militer, membuat saya menyepelekan persyaratan yang satu ini. Terbiasa disiplin dengan waktu bukan berarti saya mampu bekerja dengan deadline. Sering dibentak dan ditempa mentalnya, bukan berarti dengan congkak saya bisa bekerja dibawah tekanan. Kelucuan hidup yang baru saya sadari, semoga kamu bukan termasuk dalam golongan saya ya sob. Hahaha…

Post a Comment

0 Comments